Dalam dunia kopi, nama-nama seperti Arabika dan Robusta sudah sangat dikenal luas. Namun, ada satu varietas kopi yang jarang terdengar namun memikat para penikmat sejati: kopi Excelsa. Dikenal dengan cita rasa unik dan asal-usulnya yang misterius, kopi ini menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan kopi pada umumnya. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang kopi Excelsa, mulai dari sejarah, karakteristik, hingga keistimewaannya.
Apa Itu Kopi Excelsa?
Kopi Excelsa berasal dari spesies Coffea liberica var. dewevrei dan pertama kali ditemukan di Afrika Tengah. Meski demikian, kini kopi Excelsa banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara, seperti Filipina, Vietnam, dan Indonesia.
Menurut penelitian oleh Wintgens (2009) dalam Coffee: Growing, Processing, Sustainable Production, Excelsa sebelumnya diklasifikasikan sebagai spesies kopi tersendiri (Coffea excelsa), tetapi kemudian dipindahkan sebagai varietas dari Liberika karena kemiripan genetik.
Ciri khas kopi Excelsa:
- Ukuran biji: Besar dan berbentuk tidak simetris.
- Aroma: Kompleks dengan sentuhan buah-buahan tropis dan aroma kayu.
- Rasa: Kombinasi rasa fruity, asam segar, dan sedikit smoky.
Sejarah Singkat Kopi Excelsa
Excelsa pertama kali ditemukan oleh A. Chevalier di Chad, Afrika, pada tahun 1903. Walaupun berasal dari Afrika, penyebaran kopi ini lebih pesat di Asia Tenggara, terutama karena ketahanan tanaman ini terhadap kondisi kering dan penyakit seperti coffee leaf rust.
Filipina menjadi salah satu negara yang paling konsisten dalam membudidayakan kopi Excelsa. Di wilayah tersebut, Excelsa sering digunakan sebagai campuran untuk meningkatkan kompleksitas rasa dalam berbagai blend kopi lokal (Davis et al., 2019).
Karakteristik Unik Kopi Excelsa
1. Profil Rasa
Kopi Excelsa dikenal dengan rasa kompleks dan berlapis. Menurut Specialty Coffee Association (SCA), cita rasa Excelsa sering digambarkan sebagai:
- Bright acidity seperti buah jeruk atau berry.
- Rasa fruity dengan nuansa tart, menyerupai mangga muda atau apel hijau.
- Aftertaste smoky dan woody, meninggalkan kesan mendalam di lidah.
Keunikan rasa inilah yang membuat Excelsa sering digunakan untuk menambah dimensi rasa pada blend kopi Arabika atau Robusta.
2. Ketahanan Tanaman
Excelsa menunjukkan adaptasi luar biasa terhadap:
- Suhu tinggi dan kondisi kering.
- Serangan penyakit daun (Hemileia vastatrix).
- Tanah dengan tingkat kesuburan rendah.
Faktor ini membuat Excelsa menjadi alternatif berharga di tengah perubahan iklim yang mengancam budidaya kopi tradisional (Wintgens, 2009).
Kopi Excelsa di Asia Tenggara
1. Filipina: Eksistensi yang Bertahan
Di Filipina, Excelsa dikenal sebagai bagian dari budaya lokal kopi, sering disajikan dalam bentuk kopi tubruk atau dipadukan dengan krimer manis. Petani di wilayah Batangas dan Cavite masih mempertahankan varietas ini sebagai sumber pendapatan tambahan.
2. Vietnam: Sang Pendatang Baru
Meskipun Vietnam lebih terkenal dengan Robusta, produksi Excelsa mulai meningkat, terutama di dataran rendah selatan seperti daerah Tay Nguyen.
3. Indonesia: Permata yang Tersembunyi
Beberapa daerah di Indonesia, seperti Sumatera dan Sulawesi, memiliki tanaman Excelsa, meski dalam jumlah yang masih terbatas. Banyak petani bahkan tidak menyadari bahwa mereka menanam Excelsa karena bentuk bijinya yang mirip Liberika.
Manfaat dan Tantangan Budidaya Excelsa
Keunggulan Budidaya:
- Tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
- Memiliki sistem perakaran dalam yang membantu konservasi tanah.
- Memberikan hasil panen meskipun di lahan marginal.
Tantangan:
- Kurangnya permintaan pasar karena kurangnya edukasi tentang Excelsa.
- Proses panen dan pengolahan yang membutuhkan perhatian ekstra agar kualitas rasa tetap terjaga.
Menurut Widyotomo et al. (2015) dalam Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, biji Excelsa harus diolah dengan teknik pascapanen khusus untuk mempertahankan cita rasa khasnya.
Mengapa Kopi Excelsa Layak Dicoba?
Bagi para pecinta kopi sejati, Excelsa menawarkan sesuatu yang jarang ditemukan:
- Dimensi rasa yang tidak monoton.
- Sensasi minum kopi yang bisa berubah-ubah dari tegukan pertama hingga terakhir.
- Nilai cerita karena latar belakang budidaya yang unik dan langka.
Dengan meningkatnya tren pencarian kopi spesialti (specialty coffee) di seluruh dunia, Excelsa punya peluang besar untuk menjadi bintang baru di antara pilihan kopi eksotis.
Tips Menikmati Kopi Excelsa
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik menikmati Excelsa:
- Gunakan metode seduh manual seperti pour over atau French press untuk menonjolkan keunikan rasa.
- Gunakan biji fresh roast dan giling sesaat sebelum diseduh.
- Cicipi tanpa gula terlebih dahulu untuk merasakan spektrum rasa alaminya.
Excelsa yang diseduh dengan tepat akan memberikan sensasi rasa “layered” — dari fruity, tart, hingga smoky — yang berkembang di mulut seiring waktu.
Kesimpulan
Kopi Excelsa mungkin masih menjadi misteri bagi banyak orang, namun bagi para penikmat sejati, kopi ini adalah permata tersembunyi Asia Tenggara. Dengan rasa kompleks, ketahanan luar biasa, dan cerita budidaya yang menarik, Excelsa pantas mendapat tempat di hati para pecinta kopi.
Eksplorasi rasa tidak hanya tentang mencari yang terbaik, tetapi juga tentang menghargai keberagaman karakter dan perjalanan yang ada dalam setiap cangkir kopi.
Referensi
- Wintgens, J. N. (2009). Coffee: Growing, Processing, Sustainable Production. Wiley-VCH.
- Davis, A. P., Govaerts, R., Bridson, D. M., & Stoffelen, P. (2019). “An Annotated Taxonomic Conspectus of the Genus Coffea (Rubiaceae).” Botanical Journal of the Linnean Society, 189(1), 1–49.
- Widyotomo, R., et al. (2015). “Pengolahan Kopi Varietas Liberika dan Excelsa di Indonesia”, Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan.

